MAKALAH BAHASA INDONESIA KARYA SASTRA "CERPEN, NOVEL & DRAMA"
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, karunia dan hidayah-Nya kepada kita semua akhirnya tugas Makalah Bahasa Indonesia ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam senantiasa tercurah pada Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya yang setia menemani hingga akhir zaman. Tugas ini berisi tentang Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dari Cerpen, Novel dan Drama.
Ini adalah suatu makalah yang terbentuk dari hasil kerja sama kelompok dimana tugas ini merupakan syarat agar mendapat nilai UTS, dalam penyelesaian makalah ini, kami mengalami banyak kesulitan. Dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan.
Penyusun
Kelompok 5
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................. 1
DAFTAR ISI........................................................................................................................... 2
PENDAHULUAN.................................................................................................................. 3
PEMBAHASAN..................................................................................................................... 4
1. NOVEL........................................................................................................................ 4
2. CERPEN...................................................................................................................... 6
3. DRAMA...................................................................................................................... 7
PENUTUP .............................................................................................................................. 9
1. KESIMPULAN........................................................................................................... 9
2. SARAN........................................................................................................................ 10
LAMPIRAN............................................................................................................................
1. NOVEL........................................................................................................................
2. CERPEN......................................................................................................................
3. DRAMA......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi bukan semata - mata sebuah imitasi (dalam Luxemburg, 1989: 5). Karya sastra sebagai bentuk dan hasil sebuah pekerjaan kreatif, pada hakikatnya adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam Sarjidu, 2004: 2).
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa. Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah: Novel cerita/cerpen (tertulis/lisan), syair, pantun, sandiwara/drama, lukisan/kaligrafi.
Drama / teater adalah salah satu sastra yang amat popular hingga sekarang. Bahkan di zaman ini telah terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang teater. Contohnya sinetron, film layar lebar, dan pertunjukan – pertunjukan lain yang menggambarkan kehidupan makhluk hidup.
Selain itu, seni drama / teater juga telah menjadi lahan bisnis yang luar biasa. Dalam hal ini, penyelanggara ataupun pemeran akan mendapat keuntungan financial serta menjadi terkenal, tetapi sebelum sampai ke situ seorang penyelenggara atau pemeran harus menjadi insan yang profesionalitas agar dapat berkembang terus.
Novel adalah salah satu bentuk dari sebuah karya sastra. Novel merupakan cerita fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata dan mempunyai unsur instrinsik dan ekstrinsik. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam sebuah novel, si pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam novel tersebut.
Menurut khasanah kesusastraan Indonesia modern, novel berbeda dengan roman. Sebuah roman menyajikan alur cerita yang lebih kompleks dan jumlah pemeran (tokoh cerita) juga lebih banyak. Hal ini sangat berbeda dengan novel yang lebih sederhana dalam penyajian alur cerita dan tokoh cerita yang ditampilkan dalam cerita tidak terlalu banyak.
Berdasarkan ulasan di atas, maka penulis membuat makalah ini guna membantu para pembaca yang ingin menekuni dunia drama, novel dan cerpen. Demikian gambaran isi makalah ini dari penulis. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih.
Selamat Membaca…!!
PEMBAHASAN
1. NOVEL
a. Unsur Intrinsik
- Judul : DOA-DOA CINTA
- Tema : Saat Cinta Sang Muslimah Menemukan Puncak Kesuciannya
- Tokoh :
a. Karakteristik dan watak Tokoh utama (protagonis) :
1. Lestari : wanita berjilbab yang lemah lembut dan baik hati
2. Vitri : sahabat lestari, orangnya ceria dan humoris
3. Hanafi : suami lestari, dan seorang doktor
b. Tokoh pembantu (tritagonis)
1. Raihan
2. Ibu Hanafi
3. Siti
4. Anisa
5. Ustad Fazul
6. Icha
7. Nenek Khoir
8. Anak-anak panti asuhan
- Sudut Pandang : Orang pertama, karena pengarang menggunakan kata ganti Aku
- Alur/Plot :
1. Berdasarkan pengembangannya : alur maju karena didalam cerita tidak ada cerita masa lalu
2. Berdasarkan kuantitas alurnya : alur tunggal karena memiliki satu garis pengembangan cerita dimana novel ini hanya membahas tentang cerita cinta saja.
3. Berdasarkan kualitas kepaduannya : alur erat karena peristiwa yang satu dan cerita selanjutnya saling berhubungan salah satu contohnya :
“Sungguh sistematis dirimu, lestari. Semoga lancar pernikahanmu besok.”
“insya allah”....
***
Malam itu sangat indah, dimana besok akan ada sejarah pengikat dua hati dalam satu ikatan. Kami semua berdandan rapi. Anak-anak panti juga merasakan kebahagian yang aku rasakan saat ini. Kami berkumpul di masjid untuk berdoa bersama dan shalat.
- Latar
Latar Tempat : Pantai Kriya
Panti asuhan tempat tinggal lestari
Rumah Hanafi & Rumah Sakit
Latar Waktu :
1. Pagi hari ketika Lestari dan Vitri berada di pantai kriya
2. Sebelum Lestari menikah dengan Reihan dan sesudah pernikahan Lestari dengan Hanafi
Latar Suasana : menyedihkan karena Lestari sering ditinggal pergi oleh orang-orang yang ia
sayangi dan orang-orang yang menyayanginya
membahagiakan dan mengharukan ketika lestari dan Hanafi menemukan nenek dan adik Hanafi yang telah lama mereka tak berjumpa karena suatu bencana yang memisahkan mereka sehingga mereka bisa berkumpul bersama dan menjadi satu keluarga yang bahagia.
- Amanat :
Ketika kita ditinggal oleh orang-orang yang kita sayangi, kita harus sabar dan tabah. Kita haru tegar menjalani kehidupan dengan sendiri tanpa seorang kekasih yang mencintai, menyayangi dan melindungi. Kita harus ikhlas menerima kenyataan.
b. Unsur Ekstrinsik
1. Nilai Keagamaan ( religius)
Anak-anak panti asuhan yang begitu rajin dan beribadah kepada Allah.
2. Nilai Kemanusiaan
Ketika Lestari melihat seorang gadis yang ingin membeli ikan tapi tak punya uang yang cukup, Lestari pun merasa iba. Suatu hari Lestari datang dan mengunjungi rumah gadis tersebut untuk memberikan makanan.
2. CERPEN
a. Unsur Intrinsik
- Judul : GURU
- Tema : Seorang Anak yang Bercita-cita Ingin menjadi Guru
- Tokoh :
1. Taksu
2. Ayah Taksu
3. Ibu Taksu
- Sudut Pandang : Orang pertama, karena posisi pengarang menggunakan kata aku
- Alur/Plot :
1. Berdasarkan pengembangannya : Alur Mundur karena Bapak Taksu bercerita mengenai cita-cita anaknya (Taksu) untuk menjadi guru 10 tahun yang lalu.
2. Berdasarkan kuantitas alurnya : alur tunggal karena hanya memiliki 1 garis pengembangan cerita dimana cerita ini hanya membahas tentang cita-cita seorang anak
3. Berdasarkan kualitas kepaduannya : alur erat karena peristiwa satu dengan lainnya saling berhubungan.
- Latar
Latar Tempat : Rumah Kost
Latar Waktu : Sebelum Taksu menjadi guru yaitu 10 tahun yang lalu
Latar Suasana : Menegangkan, karena Taksu yang mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang guru tetapi kedua orang tuanya tidak menyetujui. Berbagai macam carapun dilakukan orang tua Taksu agar ia berubah pikiran untuk tidak menjadi guru. Namun, Taksu mempunyai pendirian tetap bahkan sampai menentang orang tuanya untuk tetap menjadi guru.
- Sudut Pandang : Orang pertama, karena pengarang menggunakan kata ganti Aku
- Amanat : Cita-cita harus kita tanamkan sejak dini dan perlu kerja keras untuk mencapainya. Dan sebagai orang tua, harus mendukung cita-cita anaknya serta tidak memaksakan kehendak.
b. Unsur Ekstrinsik
1. Nilai Pendidikan (Edukasi)
Taksu mempunyai keberanian untuk mengambil keputusan yaitu menjadi guru meskipun kedua orang tuanya sangat tidak senang dengan keputusannya itu. Berbagai macam cara dan upaya yang dilakukan orang tua Taksu namun Taksu tetap pada pendiriannya. Bagi Taksu guru adalah orang yang sangat berjasa. Meskipun sudah mati, tapi apa yang diajarkan oleh guru tetap tertinggal abadi.
3. DRAMA
a. Unsur Intrinsik
- Judul : Arti Sahabat
- Tema : Persahabatan, Sekolah, & Kehidupan
- Tokoh : Tra, Lala, Tri, Lili, Pak Darmo, Kepala Sekolah, Fauzia
- Alur/Plot :
1. Eksposisi/Introduksi : lili di panggil kepala sekolah
Sampainya diruang Bapak Kepala Sekolah, Lili duduk tegang di handapan bapak kepala sekolah.
Lili : “ Ada apa ya pak sampaui saya di panggil keruang bapak ?”
Kepala Sekolah : “Begini, apa benar kamu sudah menunggak SPP 3 bulan ?”
Lili : “Iya pak memang saya belum membayar uang spp selama 3 bulan.”
Kepala Sekolah : “Kenapa ? kamu sampai menunggak 3 bulan apa sebenarnya kamu di kasih uangnya sama orang tua kamu cuma pakai ?”
Lili : “Tidak pak memang saya belum dikasih uangnnya sama orang tua saya karna orang tua saya belum punya uang.”
Kepala Sekolah : “Ya sudah, kalau begitu.... bapak sarankan kekamu secepatnya kamu lunasi karena sebentar lagi kamu akan UAN.
Lili : “Baik pak. Secepatnya saya akan melunasinya.”
Kepala Sekolah : “Iya... Kembalilah kekelasmu!”
2. Intrik : ketika Lili tidak mampu membayar uang SPPnya kemudian lili mengetahui di dalam tas Tra terdapat sejumlah uang yang dapat digunakan untuk membayar SPP tunggankannya itu sehingga dalam pikirannya muncul niat tidak baik yaitu lili berniat untuk mengambil uang Tra yang ingin dibelikan novel itu.
3. Klimaks : ketika Tra menyadari kalau uangnya hilang dan sahabat-sahabatnya menuduh lili yang mengambilnya karena Cuma lili yang berada di kelas ketika istirahat, tetapi lili menyangkal tapi teman-temannya tetap ingin memeriksa tas lili dan lili tetap berusaha menyangkal kemudian salah satu teman lainnya di kelas yang bernama Fauziah berkata bahwa dia melihat lili yang mengambil uang Tra, di situlah lili mengaku kalau dia yang mengambilnya.
4. Antiklimaks : setelah Lili menjelaskan kepada sahabat-sahabatnya mengapa dia sampai tega mengambil uang sahabatnya sendiri dan sahabat-sahabatnyapun memaafkan Lili malah Tra memberikan uangnya itu kepada lili untuk melunasi tunggakan SPP nya itu.
5. Konklusi : setelah kejadian itu persahabatan mereka tidaklah menjadi hancur malah persahabatan mereka semakin kuat .
- Latar
Latar Tempat : Di sekolah (di dalam ruangan kelas)
Latar Waktu : Pagi hari
Latar Suasana : Menegangkan dan mengharukan karena pada saat Lili ketahuan telah mengambil uang Tra ia mau mengakuinya dan Tra pun memahami dan memaafkan atas kekhilafan Lili.
- Amanat : Bagaimanapun kesalahan seorang sahabat kita harus memaafkannya
karena manusia pasti membuat kesalahan dan tidak selalu benar. Jadi kita harus tetap jadi sahabat sejati.”
b. Unsur Ekstrinsik
1. Nilai kemanusiaan
Tra dapat memaafkan lili yang telah mencuri uangnya dan mereka tetap menjadi sahabat baik.
2. Nilai moral
Tra memberikan uangnya kepada Lili untuk melunasi tunggakan SPPnya.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Cerpen secara garis besar adalah sebuah cerita yang menceritakan sebuah peristiwa dalam hidup seseorang. Novel secara garis besar adalah sebuah cerita yang menceritakan sebagian kecil kisah kisah hidup seseorang. Sedangkan Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan action tokoh-tokohnya.
A. Saran
- Hendaknya pihak sekolah menambah kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni drama, agar siswa mendapat bimbingan dan lebih dapat mengekspresikan bakatnya.
- Hendaknya sekolah mengadakan pagelaran / pertunjukan drama, agar siswa lebih matang dalam mengembangkan bakat seni dramanya.
- Hendaknya dilakukan pembinaan untuk siswa – siswa yang berpotensi dan berminat dalam pembuatan karya tulis, khususnya novel.
- Hendaknya diadakan semacam kompetisi karya sastra, agar para siswa lebih giat lagi mengembangkan bakat yang ada di dalam dirinya.
DAFTAR PUSTAKA
Source : DSMLMD Blog: Teks Drama bagian 1 http://dsmlmdblog.blogspot.com/2009/02/teks-drama-bagian-1.html#ixzz1d7RtW3QX
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike
LAMPIRAN
DRAMA:
Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Anak-anak ini mempunyai geng yang bernama tralalatrilili yang anggotanya ada 4 orang. Yaitu Tra, Lala, Tri, Lili. Maka dari itu mereka menamakan gengnya itu “Tralalatrilili”
Tra : (Ceria) ”Pagi Sobat....!!”
Lala, Tri : “Pagi Tra...”
Tra : “Ngomong-ngomong kayanya ada yang kurang deh !”
Lala : “Iya, yah...”
Tri : “ya, iyalah ada yang kurang. Orang Lili belum datang.”
Tra : “Oh... Iya Lili. Pantas saja sepi banget biasanyakan dia yang paling bawel ...!”
Tiba-tiba Lili datang, dengan wajah termenung tanpa senyum. Sedikitpun Langsung duduk ditempat duduknya.
Lala : “Tumben banget nona bawel baru datang ?”
Tri : “ Iya nih kesiangan ya ?”
Lili : “Iya... (sambil termenung)”
Tra : “Kamu kenapa Li ? Gak biasanya kamu seperti ini ? biasanya kamu pagi-pagi udah buat kita bertiga ketawa.”
Lala : “Iya nih ! kamu sakit Li, kayanya kamu lesu banget.”
Tri : “Tau nih ditanya aku aja jawabannya singkat banget.”
Lili : “Gak kok.... Teman aku gak kenapa-napa cuma lagi malas ngomong aja....”
Tra : “Ya udah Li kalau memang kamu gak kenapa-napa kita Cuma takut auja kalau kamu lagi ada masalah atau kamu sedang sakit tapi gak mau cerita.”
Lili : “Ya... pokoknya aku gak kenapa-napa. Kalian gak usah takut.
(Bel masuk pun berbunyi)
Pak Darmo pun masuk ke dalam kelas karena pada hari ini jam mengajar Pak Darmo dikelas ini. Ia ini salah satu guru yang aneh di sekolah.
Pak Darmo : “Pagi.... anak-anak ?”
Anak-anak : (Menjawab Serentak) “PAGI...”
Pak Darmo : “Baik pada hari ini kita akan melanjutkan materi yang minggu lalu Bapak berikan, sebelumnya kumpulkan tugas kalian !!”
Anak-anak : “IYA PAK”
Lili : “Pak buku tugas saya tertinggal dirumah !”
Pak Darmo : “ TERTINGGAL... ? kamu tidak membawa tugasnya, apa tidak membuatnya ?”
Lili : “Saya tidak membawanya pak. Sungguh, saya tidak berbohong.”
Pak Darmo : “Ya sudah kalau begitu kamu tidak dapat nilai seperti teman-teman kamu...!”
Tri : (berbisik-bisik) Li... kamu gak bawa tugasnya ? Gak biasanya kamu kaya gini.....
Lili : “Iya tri aku lupa. Semalam aku tidur malam banget !!! Jadi aku lupa memasukan kedalam tasku.”
Pak Darmo : Bapak akan berikan selembaran kertas yang isiunya materi-materi penting untuk kalian pelajari..”
Pak Darmo membagikan kertas lembaran itu, anak-anak pun membacanya dan memahaminya. Lalu ia memeriksa tugas yang dikumpulkan tadi.
Tiba-tiba bapak kepala sekolah datang dan masuk kedalam kelas.
Kepala Sekolah : “Permisi Pak Darmo... Saya minta waktu sebentar.”
Pak Darmo : “Silahkan bapak kepala sekolah !!! Memang jam mengajar saya juga sudah habis.”
Kepala Sekolah : “Anak-anak maaf bapak mengganggu kalian belajar. Sebentar, bapak kesini mau memanggil anak yang bernama Lili. Yang bernama Lili acungkan tangan.”
Lili : (Mengancungkan Tangan) “SAYA PAK !”
Kepala Sekolah : “Ikut keruang bapak sebentar ada y7ang bapak mau bicarakan !”
Lili : “Baik Pak.”
Sampainya diruang Bapak Kepala Sekolah, Lili duduk tegang di handapan bapak kepala sekolah.
Lili : “ Ada apa ya pak sampaui saya di panggil keruang bapak ?”
Kepala Sekolah : “Begini, apa benar kamu sudah menunggak SPP 3 bulan ?”
Lili : “Iya pak memang saya belum membayar uang spp selama 3 bulan.”
Kepala Sekolah : “Kenapa ? kamu sampai menunggak 3 bulan apa sebenarnya kamu di kasih uangnya sama orang tua kamu cuma pakai ?”
Lili : “Tidak pak memang saya belum dikasih uangnnya sama orang tua saya karna orang tua saya belum punya uang.”
Kepala Sekolah : “Ya sudah, kalau begitu.... bapak sarankan kekamu secepatnya kamu lunasi karena sebentar lagi kamu akan UAN.
Lili : “Baik pak. Secepatnya saya akan melunasinya.”
Kepala Sekolah : “Iya... Kembalilah kekelasmu!”
Lili : “Terima kasih pak. Permisi !”
Akhirnya Lili kembali kekelas. Didalam kelas, Tra, Lala, dan Tri sedang asik mengobrol.
Lala : “Li, Bapak Kepala Sekolah ngomong apa sam kamu ? ada masalah ya ?
Lili terpaksa berbohong dengan sahabat-sahabatnya karena dia tidak mau sahabtanya jadi tahu masalah dia dan ikut kedalam masalahnya.
Lili : “Gak kok ! Gak ada masalah apa-apa cumangobrol masalah perpisahan aja..... aku kan ketua panitia.”
Lala : “Oh... dikira kau kenapa ?”
Tra : “Teman, tar pulang sekolah antar aku ya ke toko buku ? Soalnya aku mau beli novel-novel terbaru sekalian kita shopping.
Lala,Tri : “IYAA !!”
Tra : “Li kok kamu diam, apa kamu gak mau ikut ?”
Lili : “Iya Tra kayanya aku gak ikut soalnyakan kamu tahu sendiri ayahku lagi sakit. Belum Sembuh, jadi aku harus membantu ibu menjaga ayah.”
Tra : “Ya... sudah kalau begitu !
Bel Istirahat berbunyi
Tra : “Sudah istirahat, kita kekantin yuk.. Laper nih !!”
Lala, Tri : “Yuk.... kita juga laper!”
Lili : “Teman, aku gak ikut ya soalnya aku gak laper dan lagi males kekantin. Kalian saja ya.... ?”
Tra, Lala, Tri : “Ya sudah kalau kamu gak mau ikut. Kita ke kantin dulu ya ?”
Lili Terpaksa harus berbohong lagi padahal dia bukan tidak lapar tapi tidak mempunyai uang dan tiba-tiba tersirat di pikiran Lili untuk mengambil uang Tra yang ada didalam tas. Uang itu akan digunakan Tra untuk membeli Novel dan Shopping nanti sepulang sekolah.
Lili : “Aku bingung nih harus membayar SPP tapi gak punya uang. Minta sama ibu kan ibu lagi gak punya habis untuk ayah kerumah sakit. Apa aku ambil saja uang Tra yang katanya mau dibeluikan novel dan shopping pasti uangnya cukup ! Tapi kan dia sahabat aku sendiri. Maafin aku ya Tra. Gak ada jalan lain ... Karena aku harus secepatnya melunasi uang SPP.”
Tanpa Lili Sadari ada yang melihat kelakuannnya itu yaitu Fauzia dia ank kelas itu juga. Fauzia tidak sengaja mengintip Luili di pintu kelas.
Fauzia : “Apa yang dilakukan Lili itu kan tasnya Tra kok dia mengambil uangnya ?”
Fauzia pun langsung kedalam kelas dan pura-pira tidak tahu. Bel Masuk kelas pun berbunyi . Tra, Lala, dan Tri masuk kedalam kelas.
Tri : “Sedang apa kamu Li ?”
Lili : “Aku lagi baca buku saja.”
Lala : “kamu istirahat Cuma dikelas aja ? gak bosen Li ?”
Lili : “Gak, aku kan sudah bilang aku males.”
Tra : “Udah... kok jadi dipermasalahin sih.. ?!”
Tra belum menyadari kalau uangnnya hilang. Setelah dia membuka tasnya dan melihat dompetnya terbuka dia langsung kaget karena uangnya hilang.....
Tra : “Teman, uang aku hilang semua !”
Lala, Tri : “HILANG ?!?”
Tri : “Kamu lupa kali Tra. Coba cari Lagi.”
Tra : “Aku gak lupa tadi aku simpan disini uangnya. Kemana ya ?”
Lala : “Apa ada yang MENCURI uang kamu Tra !!?”
Tra : “Bisa jadi, kalau tidak ada yang mencuri gak mungkin uang aku hilang.”
Tri : “Siapa yang mencuri ya kok tega banget sih !!?”
Tra : “LI... ! Kok kamu diam saja sih ? Bantuan aku donk ! uang aku hilang nih !!
Lili : “Bukan Aku Tra yang mencuri !!”
Tra : “Siapa yang bilang kamu yang mencuri. Aku kan Cuma minta dibantuin cari.”
Tri : “Li.... kok kamu ngomong gitu ? bukannya aku nuduh kamu ya dari tadikan Cuma kamu yang ada dikelas ini sampai istirahat selesai.”
Lili : “Tapi bukan aku Tri yang ngambil uang Tra. Benar bukan. Aku kan sahabat Tra dan Kalian.”
Lala : (Jutek) “Biarpun kamu sahabat kita mungkin ajakan. Ya udah biar kita gak salah nuduh kita periksa tas kamu, Cuma membuktikan saja.”
Lili : “Jangan kumohon JANGAN !! Bukan aku yang ambil.”
Tiba-tiba Fauzia bicara dengan mereka.
Fauzia : “Hei... Sebelumnya aku minta maaf kalau aku ikut campur urusan kalian. Aku Cuma mau bilang tadi aku lihat Lili membuka tas kamu Tra dan mengambil sesuatu sepertinya ya.... UANG.”
Tra : “Kamu gak bohong kan Fauzia ?”
Fauzia : “Iya aku gak bohong aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Maafin aku Li, aku gak mau menutupi kejahatan. Jadi, aku ngomong apa yang aku lihat tadi.”
Lili : ”Fauzia.... aku sama sekali gak tau kalau tadi kamu melihat apa yang aku lakukan. Tra, memang aku yang mengambil uang kamu. Fauzia benar. Tapi aku terpaksa Tra !!! Aku bukan bermaksud Jahat.”
Tra : “Jadi... kamu Li yang ambil uang aku ! Ya ampun Li.... Aku gak nyangka banget !!! Kamu terpaksa kenapa ???”
Lili : “Aku terpaksa karna aku belum bayar uang SPP 3 bulan. Orang tua ku gak punya uang kan kamu tahu sendiri ayahku sedang sakit.”
Tra : “Tapi kamu gak harus seperti ini Li....”
Lala : “Iya Li kenapa kamu gak jujur ada sama kita. Kalau kamu jujur kita pasti akan bantu kamu.
Tri : “Bener banget !!! Jadi kamu dari tadi pagi sudah berbohong kamu bilang kamu lagi males aja ternyata kamu ada masalah ?”
Lili : “Tra, Lala, Lili aku menyesal udah gak jujur sama kalian. Aku seperti ini karna aku gak mau menyusahkan kalian terus. Aku minta maaf sama kalian. Terutama Tra.”
Tra : “Aku maafin kamu Li. Karena aku tahu kamu dalam keadaan terdesak melakukan semua ini.”
Lili : “Kamu memang sahabat aku yang paling baik Tra, aku sangat menyesal sekali.”
Lala : “Bagaimanapun seseorang sahabat dia tetap menjadi seorang sahabat !
Tri : “Kamu salah La... diralat ya ? Bagaimanapun kesalahan seorang sahabat kita harus memaafkannya karena manusia pasti membuat kesalahan dan tidak selalu benar. Jadi kita harus tetqap jadi sahabat sejati.”
Lili : “Makasih ya sahabat-sahabat ku kalian memang sahabat yang paling baik dan yang paling aku sayang . Makasih kalian sudah mau maafin aku dan masih mau jadi sahabat aku .
Tra, Lala, Tri : “IYA DONK HARUS !!!”
Tra : “ya udah Li Uangku untuk kamu saja karena aku tahu kamu sangat m embutuhkannnya daripada aku.”
Lili : “Benar Tra ? Makasih sekali lagi aki ucapkan untuk kamu sampai kapan pun juga aku gak akan melupakan kebaikan kamu.”
Tra : “Iya.... Li. Kamu makasih juga donk sama fauzia karena dia sudah buat kejujuran untuk kamu.”
Lili : “Fauzia, terima kasih ya... ? Atas kejujuran kamu !”
Fauzia : “Iya Li sama-sama.”
Tra : “Ya sudah kalau seperti ini kan jadinya enak. Tralalatrilili tidak hancur. Tra...”
Lala : “lala.....”
Tri : “Tri.....”
Lili : “lili.....”
Tralalatrilili : “YEEEEEEEEE.......”
numpang lewat,,,
BalasHapuslaw sempat lawat balik y...